Usaha Konsumsi Inovatif Efektif Legizhat (lezat, bergizi dan sehat) di Kampus ITB Agar Mahasiswa ITB Tidak Malas Sarapan.

1. Judul Program
Kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan yang kami usulkan ini berjudul : Usaha Konsumsi Inovatif Efektif Legizhat (lezat, bergizi dan sehat) di Kampus ITB Agar Mahasiswa ITB Tidak Malas Sarapan.

2. Latar Belakang Masalah
Mahasiswa perlu makanan sehat. Makanan sehat dapat membentuk kondisi fisik yang sehat. Kondisi fisik yang sehat mengakibatkan proses metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Metabolisme tubuh yang berjalan dengan baik akan memberikan energi yang tersalurkan dengan baik pula ke seluruh tubuh, terutama ke otak. Jika energi di otak terpenuhi maka proses berpikir mahasiswa menjadi sehat. Jika mahasiswa sehat dan cerdas dalam berpikir maka proses pendidikannya sangat mungkin berhasil mamuaskan. Hal ini berpotensi besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di negeri ini. Sedangkan kemajuan suatu bangsa bisa tercermin dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Oleh karena itu, kemajuan bangsa Indonesia bisa disebabkan oleh makanan sehat yang dikonsumsi mahasiswanya.
Hasil survey yang kami lakukan pada tanggal 22-26 Agustus 2008 kepada 409 mahasiswa ITB (dengan pertanyaan, “Menurut Anda, pentingkah sarapan sehat?”) adalah 393 mahasiswa (96%) berpendapat sarapan sehat itu penting, 6 mahasiswa (2%) berpendapat sarapan sehat tidak penting, dan 10 mahasiswa (2%) menyatakan ragu-ragu. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa ITB sebagian besar mengerti akan pentingnya sarapan sehat. Mayoritas mahasiswa dengan persentase sangat meyakinkan (97%) setuju bahwa sarapan sehat itu penting. Sementara itu, hasil survey pada mahasiswa yang sama dengan pertanyaan, “Apakah Anda butuh sarapan sehat?”, adalah 382 mahasiswa (93%) menyatakan butuh, 4 mahasiswa (1%) menyatakan tidak butuh, dan 23 mahasiswa (6%) menyatakan ragu-ragu. Hasil survey ini menggambarkan keinginan sebagian besar mahasiswa ITB bahwa mereka butuh sarapan sehat. Dengan persentase yang juga sangat meyakinkan (93%), mayoritas mahasiswa ITB menyatakan bahwa mereka butuh sarapan sehat.

Mahasiswa ITB umumnya setuju bahwa sarapan sehat itu penting dan mereka butuh makanan sehat. Hal ini bisa dijadikan dasar bahwa usaha makanan sehat di kampus ITB memang dibutuhkan. Bisnis makanan sehat di kampus ITB menujukkan peluang usaha yang menjanjikan dan potensi pasar yang bagus. Pengusaha yang mempunyai ide yang paling unik dan inovatif yang akan memenangkan pasar.

3. Rumusan Masalah
Menurut hasil survey berdasarkan pertanyaan yang ditujukan kepada mahasiswa yang sama, yaitu, “Apakah Anda biasa sarapan sehat?”, hanya 72 mahasiswa (18%) menyatakan selalu,137 mahasiswa (34%) menyatakan sering, 190 mahasiswa (46%) menyatakan jarang, dan 10 mahasiswa (2%) menyatakan ragu-ragu. Mayoritas mahasiswa justru menyatakan bahwa mereka jarang sarapan sehat.

Sarapan adalah makan pagi. Pada umumnya, mahasiswa malas bangun pagi hanya untuk sarapan. Jika ada kuliah pagi, mahasiswa hanya mandi pagi lalu pergi kuliah malas meluangkan waktu untuk sarapan. Jika kuliah siang mahasiswa akan bangun siang tanpa sarapan. Sedangkan sarapan merupakan hal yang penting untuk asupan nutisi demi kesehatan tubuh mahasiswa. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, ahli gizi di Melinda Hospital Bandung, dalam seminar You Are What You Eat di Campus Center Timur ITB pada 30 Agustus 2008, bahwa salah satu masalah nutrisi mahasiswa adalah pola makan yang tidak teratur. Ironisnya, berdasarkan survey, mahasiswa pada umumnya menyatakan bahwa sarapan sehat itu penting dan mereka butuh sarapan sehat.
Akibat malas meluangkan waktu untuk sarapan sehat, mahasiswa sering membeli jajanan di pinggir jalan. Diantara jajanan ini yaitu; cireng, batagor, gorengan, lumpia basah, dan pisang karamel. Selain itu, mahasiswa biasanya hanya membeli roti atau kue-kue yang ada di kantin sebagai pengganti sarapan. Roti atau kue yang ada biasanya terbuat dari tepung dan gula; kandungan gizinya hanya karbohidrat. Tentu saja makanan-makanan tersebut tidak layak dijadikan sebagai sarapan. Diungkapkan pula oleh Dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, ahli gizi di Melinda Hospital Bandung, dalam seminar You Are What You Eat di Campus Center Timur ITB pada 30 Agustus 2008, bahwa masalah nutrisi mahasiswa juga meliputi kurangnya gizi, kontaminasi makanan, dan kebiasaan jajan di pinggir jalan. Maka dari itu perlu adanya pemecahan dari masalah ini, yaitu bagaimana agar mahasiswa tidak malas meluangkan waktu untuk sarapan, juga bagaimana agar mahasiswa tidak jajan asal-asalan sebagai pengganti sarapannya.
Solusi dari masalah-masalah tersebut kami lihat sebagai peluang usaha yang bagus. Kami memiliki ide tentang produksi makanan unik yang kami beri nama Legizhat, yaitu makanan berukuran panjang 8 cm, lebar 4 cm, dan tebal 4 cm; mengandung irisan tomat dan mentimun pada bagian atasnya sebagai appetizer (makanan pembuka), campuran nasi dari beras merah, irisan telur ayam, serta daging sapi/ayam pada bagian tengahnya sebagai main course (makanan utama), dan kentang goreng pada bagian bawahnya sebagai dessert (makanan penutup); yang dibungkus dalam kulit Legizhat yang terbuat dari bahan-bahan kulit risoles dengan sedikit inovasi (lihat gambar 4. Legizhat pada bagian “5. Luaran yang Diharapkan” halaman 6).
Dengan Legizhat ini, mahasiswa bisa mengefektifkan waktu sarapan. Mahasiswa tidak perlu mengantri di warung makanan, tidak perlu menunggu makanan dimasak sampai matang, tidak perlu menunggu makanan disiapkan oleh penjaga warung, dan tidak perlu menghabiskan waktu makan di warung. Mahasiswa hanya tinggal mengambil Legizhat lalu membayarnya kepada penjaga kantin. Mahasiswa bisa memakan Legizhat ini sambil berjalan menuju ruang kuliah, sambil menunggu dosen datang di ruang kuliah, sambil mengobrol bersama teman, sambil membahas materi kuliah, atau sambil menulis (tangan kanan menulis; tangan kiri memegang Legizhat; dan mulut memakan Legizhat). Jadi tidak ada waktu yang terlalu begitu khusus untuk sarapan Legizhat. Waktu pagi bisa dimanfaatkan dengan lebih efektif.
Selain itu, Legizhat memberikan solusi mengenai masalah bahwa makanan mahasiswa kurang gizi. Legizhat mengandung mentimun, tomat yang kaya vitamin dan mineral, beras merah yang kaya karbohidrat dan vitamin B, daging sapi atau daging ayam yang kaya protein dan mengandung cukup lemak, telur ayam yang kaya protein, dan kentang yang mengandung karbohidrat. Legizhat mengandung zat gizi yang lengkap dan memadai untuk dijadikan sebagai konsumsi sarapan. Legizhat juga cukup mengenyangkan karena mengandung kentang yang memiliki kadar glisemik tinggi sebagai dessert-nya. Bahkan secara kualitas kandungan gizinya bisa lebih baik daripada sepiring nasi biasa. Legizhat merupakan makanan yang praktis, efektif, efisien, inovatif, lezat, bergizi, dan sehat.

4. Tujuan Program
a. Menyediakan makanan sehat di kampus ITB
b. Menstimulus mahasiswa ITB untuk mejalankan pola hidup sehat dengan konsumsi sehat bergizi
c. Mempopulerkan peran Sekolah Farmasi sebagai pihak yang peduli pada masalah kesehatan di ITB
d. Menyejahterakan mahasiswa pelaku usaha
e. Membangun usaha kecil untuk dikembangkan menjadi usaha besar pada masa yang akan datang.

5. Luaran yang Diharapkan
Kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) yang kami jalankan ini memproduksi makanan sehat Legizhat.

Komposisi Legizhat : tepung terigu (25g/porsi), susu bubuk, garam, telur, mentega, air, minyak canola, tomat (17g/porsi), mentimun (17g/porsi ), kentang (34g/porsi), beras merah (25g/porsi), daging ayam/sapi (25g/porsi), sereh, salam, bawang merah, dan bawang putih, ketumbar, jahe, laos, dan kunir.
Harga Legizhat ayam : Rp 4.000,-
Harga Legizhat sapi : Rp 4.800,-

6. Kegunaan Program
a. Mahasiswa bisa sarapan sehat
b. Mahasiswa bisa hemat waktu sarapan
c. Pelaku usaha bisa memperoleh pendapatan dari hasil usaha ini
d. Pembangunan usaha kecil bertema “Kesehatan” yang berpotensi menjadi usaha besar dan global pada masa                      depan

7. Gambaran Umum Rencana Usaha
Usaha yang kami jalankan adalah bisnis dalam bidang kesehatan makanan. Mutu produk, kami jaga agar bernutrisi dan mempunyai nilai gizi yang baik untuk dikonsumsi oleh konsumen. Karena, yang menjadi sasaran utama konsumen kami adalah mahasiswa ITB yang merupakan kaum intelek, pemikir, dan penentu kemajuan teknologi di negeri ini. Kami ingin agar mereka memakan makanan yang sehat untuk kesehatan mereka sendiri.
Jika menurut prinsip ekonomi yang menyatakan agar pengusaha menyediakan biaya sekecil-kecilnya dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya maka kami berprinsip menjaga mutu sebaik-baiknya dan mengambil margin profit sewajarnya. Karena, kami yakin jika mutu produk kami baik maka kami akan mendapatkan kepercayaan yang kuat dari konsumen. Hal ini dapat menjadikan usaha kami bisa berlanjut selama-lamanya.
Peluang Usaha
Produk kami adalah makanan Legizhat (lezat, bergizi, dan sehat) yang mempunyai peluang usaha yang bagus karena memiliki nilai inovasi yang baik sesuai dengan yang kami uraikan mengenai produk kami pada bagian “5. Luaran yang Diharapkan”. Produk kami mengutamakan nilai gizi serta keefektifan cara mengonsumsinya. Usaha Legizhat memiliki nilai ROI (Return of Investment) 100% dalam sebelas bulan operasional (lihat perkiraan Cashflow pada lampiran). Nilai ROI ini realistis dan feasible. Setelah modal kembali, kami bermaksud untuk meluncurkan produk minuman sehat bernutrisi yakni susu probiotik yang kami beri nama (Nutrifresh)
Potensi Pasar
Seperti pada hasil survey yang kami gambarkan pada grafik 1 dan grafik 2 (halaman 2) menunjukkan bahwa umumnya mahasiswa ITB berpendapat bahwa sarapan sehat itu penting (97%) dan mereka membutuhkannya (93%). Angka ini menunjukkan bahwa bisnis konsumsi sarapan sehat Legizhat memiliki potensi pasar yang bagus bila diterapkan di kampus ITB. Selanjutnya, pada grafik 3 (halaman 3) menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa ITB (46%) jarang sarapan sehat ditambah lagi persentase mahasiswa yang tidak pernah sarapan sehat adalah 2%. Angka ini menambah nilai kepastian bahwa usaha konsumsi sarapan sehat Legizhat memiliki potensi pasar yang baik untuk dilakukan di kampus ITB.
Analisis Resiko
Resiko usaha kami adalah keharusan produk habis terjual setiap hari. Bahkan, produk Legizhat ini berkondisi maksimal untuk dikonsumsi dari pagi sampai siang hari. Resiko tersebut kami ambil dengan pengelolaan. Pengelolaan resikonya adalah dengan cara promosi yang persuasif dan penyediaan produk yang sedikit pada awal produksi (sekitar 10 produk per kantin) kemudian perlahan kami naikkan jumlah persediaan di setiap kantin sesuai dengan angka permintaan. Menurut perkiraan kami, Legizhat masing-masing bisa laku terjual sekitar 20 di setiap kantin per hari.
Resiko lainnya datang dari pesaing usaha. Pesaing produk kami diantaranya adalah makanan yang dijual di kantin-kantin ITB. Makanan tersebut berupa nasi, soto, atau mie (yang memiliki nilai gizi memadai sebagi sarapan) yang disajikan dalam piring atau mangkuk dan dikonsumsi di kantin. Rata-rata harga makanan ini berkisar antara Rp 7.500,- sampai Rp 10.000,- Untuk menanggulangi resiko ini kami ajukan jargon efektif pada produk Legizhat yaitu dengan Legizhat ini, mahasiswa bisa mengefektifkan waktu sarapan. Mahasiswa tidak perlu mengantri di warung makanan, tidak perlu menunggu makanan dimasak sampai matang, tidak perlu menunggu makanan disiapkan oleh penjaga warung, dan tidak perlu menghabiskan waktu makan di warung. Mahasiswa hanya tinggal mengambil Legizhat lalu membayarnya kepada penjaga kantin. Mahasiswa bisa memakan Legizhat ini sambil berjalan menuju ruang kuliah, sambil menunggu dosen datang di ruang kuliah, sambil mengobrol bersama teman, sambil membahas materi kuliah, atau sambil menulis (tangan kanan menulis; tangan kiri memegang Legizhat; dan mulut memakan Legizhat). Jadi tidak ada waktu yang terlalu begitu khusus untuk sarapan Legizhat. Waktu pagi bisa dimanfaatkan dengan lebih efektif. Bahkan, Legizhat juga mengenyangkan karena mengandung kentang yang memiliki kadar glisemik tinggi sebagai dessert-nya. Bahkan secara kualitas kandungan gizinya bisa lebih baik daripada sepiring nasi biasa (Rumusan Masalah paragraf 5).

Produk pesaing lain adalah aneka roti dan kue (yang efektif untuk dikonsumsi sebagai sarapan) yang ada di kantin-kantin ITB. Harga produk ini berkisar antara Rp 1.000,- sampai dengan Rp 3.000,-. Penanggulangan yang kami lakukan adalah dengan cara mengajukan jargon lezat, sehat, dan bergizi. Karena, aneka roti dan kue hanya mengandung karbohidrat sedangkan Legizhat mengandung mentimun, tomat yang kaya vitamin dan mineral, beras merah yang kaya karbohidrat dan vitamin B (lihat artikel tentang keutamaan beras merah pada lampiran), daging sapi atau daging ayam yang kaya protein dan mengandung cukup lemak, telur ayam yang kaya protein, dan kentang yang mengandung karbohidrat. Legizhat mengandung zat gizi yang lengkap dan memadai untuk dijadikan sebagai konsumsi sarapan.

Produk pesaing selanjutnya adalah jajanan di pinggir jalan yaitu cireng (Rp 1.000,- per buah), batagor (Rp 3.000,- s/d Rp 5.000 per porsi), lumpia basah (Rp 4.000,- per porsi), gorengan (Rp 500 per buah), pisang coklat (Rp 1.000,- per buah) dan martabak (Rp 2.000,- per buah). Penangulangan resiko ini kami lakukan sama seperti menanggulangi resiko pada produk aneka roti dan kue, yaitu bahwa Legizhat jauh lebih lezat, bergizi, sehat dan aman dikonsumsi daripada produk jajanan pinggir jalan tersebut.
Selanjutnya, produk pesaing lain adalah burger (terdiri dari roti, daging kornet, dan sayur). Resiko ini kami hadapi dengan mengandalkan inovasi produk dan promosi berkelanjutan. Dengan asumsi bahwa konsumen cenderung lebih suka terhadap hal-hal baru yang lebih menarik, kami yakin dengan inovasi produk yang unik, usaha kami bisa tetap bertahan dan bisa unggul diantara pesaing-pesaing kami.

8. Metode Pelaksanaan Program
Perusahaan yang kami dirikan ini bernama Kelompok Usaha Sehatsehatsehat. Kami namakan Kelompok Usaha karena perusahaan kami masih tergolong kecil. Jika sudah menjadi perusahaan besar akan kami jadikan CV yang mempunyai izin usaha dan membayar pajak pada negara.
Program satu bulan pertama sebagian besar kegiatan perusahaan adalah persiapan (lihat tabel 1. Program satu bulan pertama pada bagian 9. Jadwal Kegiatan Proram), yaitu persiapan administrasi serta mengecek kelancaran sistem produksi, distribusi, dan pemasaran. Persiapan administrasi termasuk pembuatan website perusahaan agar khalayak umum (terutama komunitas kampus) bisa mendapatkan informasi tentang produk kami dengan jelas dan email perusahaan agar pelanggan kami bisa memberikan komentar, kritik, maupun saran demi evaluasi kinerja perusahaan supaya usaha kami bisa terus maju dan diterima masyarakat kampus.
Persiapan sistem produksi yakni pengondisian tempat produksi, dan pembelian peralatan untuk keperluan produksi. Karena produksi pada bulan pertama masih sedikit (30 porsi), pekerjaan produksi dikerjakan oleh pelaku usaha ini terlebih dulu. Saat memasuki bulan keempat, ketika produksi diperkirakan memproduksi 120 porsi (lihat pada lampiranTabel 6. Jumlah distribusi penjualan produk di masing-masing kantin per hari) kami akan merekrut pegawai untuk melakukan pekerjaan produksi ini. Pada bulan keempat ini penyediaan upah juga memadai untuk membayar pegawai (lihat perkiraan Cashflow pada lampiran).
Pemasaran dilakukan di kantin/toko makanan (yang setuju menjadi partner pemasaran) di kampus ITB. Persiapan pemasaran yaitu memastikan kantin-kantin kampus yang setuju menjadi partner perusahaan benar-benar siap untuk memasarkan produk, seperti mengecek pengaturan penempatan produk yang ergonomis di etalase kantin/toko makanan.
Pada awal usaha, kami mengajak tiga partner pemasaran, yaitu Kantin Bengkok, Toko Makanan GKU (Gedung Kuliah Umum) Timur, dan Kantin Himpunan Mahasiswa Farmasi-ITB. Produksi 30 porsi per hari akan didistrbusikan ke ketiga tempat ini. Ada komisi untuk kantin atas kerjasamanya sebaai partner pemasaran yang dibayar oleh perusahaan sebagai biaya pemasaran (lebih jelas lagi lihat perkiraan Cashflow pada lampiran).
Sebenarnya ada 12 kantin dan toko makanan di dalam kampus ITB yang menyambut baik tawaran untuk menjadi partner pemasaran kami. Sembilan yang kantin/ toko makanan lainnya yaitu Kantin GKU (Gedung Kuliah Umum) Barat, Kantin Barac, Toko Makanan Kebab, Toko Koperasi Mahasiswa TOKEMA-ITB, Kantin Salman, Toko Makanan Gedung Arsitektur, Toko Makanan Ristek, Toko Makanan Gedung Oktagon, dan Toko Makanan KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam). Sembilan kantin/ toko makanan ini kami jadikan sasaran pasar saat kami melakukan perluasan pasar pada bulan kedua dan ketiga. Sebagai
Promosi yang akan kami lakukan adalah dengan memasang spanduk yang menarik di kantin, memasang poster produk di kantin, menyiapkan satu booklet produk di masing-masing kantin, mempromosikan produk melalui website, memberikan produk gratis kepada orang penting di kampus (seperti presiden Keluarga Mahasiswa ITB, ketua himpunan mahasiswa, ketua unit mahasiswa, dosen, dekan, atau rektor) agar mereka dapat memberikan testimoni positif kepada produk kami untuk disampaikan kepada publik.
Kegiatan operasional mulai berjalan dengan sinergi sistem produksi, distribusi, dan pemasaran.
Selain itu, kami berusaha agar produk kami tetap dapat diterima komunitas kampus, mempertahankan pelanggan setia, dan menambahkan jumlah pelangan setia. Hal ini kami capai dengan cara menjalankan kebijakan promosi berkelanjutan, evaluasi produk, serta menerima kritik dan saran dari pelanggan.
Pada bulan kedua kami bermaksud memproduksi Legizhat dan jumlah produk menjadi sekitar 30 Legizhat daging ayam dan 30 Legizhat sapi yang didistribusikan ke enam kantin/toko makanan di kampus ITB. Maka pada bulan ini kami melakukan perluasan pasar dengan cara menghimpun partner pemasaran sampai enam kantin/ toko makanan. Berarti kami mengajak tiga partner tambahan pada bulan kedua. Pada bulan ini kami pun perlu melakukan pembelian alat-alat baru yaitu, tiga boks makanan.
Sementara itu, pada bulan kedua kegiatan operasional, promosi, dan evaluasi tetap berjalan.
Pada bulan ketiga kami bermaksud memproduksi Legizhat dan 45Legizhat daging ayam, 45 Legizhat daging sapi, yang didistribusikan ke sembilan kantin/toko makanan di kampus ITB. Maka pada bulan ini kami melakukan perluasan pasar dengan cara menghimpun partner pemasaran sampai sembilan kantin/ toko makanan. Berarti kami mengajak tiga partner pemasaran tambahan pada bulan ketiga. Pada bulan ini kami pun perlu melakukan pembelian alat-alat baru yaitu tiga boks makanan.
Mulai bulan keempat, kami akan melakukan penetrasi pasar. Menurut perkiraan, masing-masing kantin/toko makanan bisa menjual 20 porsi per hari. Maka dari itu produk akan ditambah sampai 20 porsi di setiap kantin/toko makanan (untuk lebih jelas silahkan lihat tabel 6 pada lampiran ).
Pada bulan ketujuh kami bermaksud menjalankan kebijakan menambah dua varian produk (derivasi produk). Calon varian produk kami yaitu Legizhat ikan, Legizhat sosis, Legizhat telur, Legizhat ati-ampela. Hal ini penting bagi keberlangsungan usaha kami agar pelanggan setia tidak merasa bosan dengan rasa produk kami. Hal ini juga berguna untuk menarik pelanggan setia yang baru.
Sementara itu, kegiatan operasional, promosi, dan evaluasi tetap berjalan. Promosi pada bulan-bulan selanjutnya ini kami mulai menjalankan kebijakan membuat spanduk baru, poster baru, dan kemasan baru yang lebih menarik agar pelanggan setia tidak merasa bosan dengan penampilan produk kami. Hal ini juga bertujuan untuk menarik pelanggan setia yang baru.

9. Jadwal Kegiatan Program
Program satu bulan pertama

1. Persiapan administrasi
2. Persiapan sistem produksi
3. Persiapan pemasaran
4. Promosi
5. Kegiatan Operasional
6. Persiapan perluasan pasar
8. Evaluasi

Program satu bulan kedua

1. Kegiatan Operasional
2. Perluasan pasar
3. Promosi
4. Evaluasi

Program Bulan Ketiga Sampai Bulan Kesembilan

1. Kegiatan Operasional
2. Perluasan pasar
3. Derivasi produk
4. Promosi
5. Evaluasi

10. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Ikhya Ulumuddien
b. NIM : 10707061
c. Fakultas : Sekolah Farmasi
d. Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi
e. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Bandung
f. Waktu Kegiatan : 10 jam/minggu
2. Anggota Pelaksana 1
a. Nama Lengkap : Wahyu Eko Widodo
b. NIM : 10707073
c. Fakultas : Sekolah Farmasi
d. Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi
e. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Bandung
f. Waktu Kegiatan : 10 jam/minggu
3. Anggota Pelaksana 2
a. Nama Lengkap : Teguh Gunawan Ramdhani
b. NIM : 10707015
c. Fakultas : Sekolah Farmasi
d. Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi
e. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Bandung
f. Waktu Kegiatan : 10 jam/minggu

4. Anggota Pelaksana 3
a. Nama Lengkap : Evan Setiawan Riyandi
b. NIM : 10707007
c. Fakultas : Sekolah Farmasi
d. Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi
e. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Bandung
f. Waktu Kegiatan : 10 jam/minggu
5. Anggota Pelaksana 4
a. Nama Lengkap : Heru Suseno
b. NIM : 16008148
c. Fakultas : MIPA
d. Program Studi : (belum mengalami penjurusan)
e. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Bandung
f. Waktu Kegiatan : 10 jam/minggu

Tugas  Staf
• Pimpinan Perusahaan : mengatur dan mengawasi kinerja semua divisi demi mempertanggungjawabkan kelancaran          usaha, membuat kebijakan perusahaan.
• Manajer Administrasi dan Keuangan : mencatat hal-hal penting dalam proses usaha, mempertanggungjawabkan               proses administrasi perusahaan mencatat keuangan perusahaan, dan membuat surat-surat perusahaan.
• Manajer Pelayanan Konsumen : menerima serta mengevaluasi kritik dan saran dari konsumen juga mengurus                   website dan email perusahaan.
• Manajer Produksi : merekrut pegawai produksi, melatih dan memantau kinerjanya, dan                                                                  mempertanggungjawabkan kelancaran proses produksi.
• Manajer Distribusi : merekrut pegawai distribusi, memantau kinerjanya, dan mempertanggungjawabkan                             kelancaran proses distribusi.
• Manajer Pemasaran : menjalin dan menjaga hubungan perusahaan dengan mitra pemasaran (kantin-kantin dan                toko-toko makanan di ITB).
• Pegawai Produksi : memproduksi produk perusahaan ( Legizhat) setiap hari kerja (Senin-Jum’at) sejumlah yang                ditentukan (jam kerja mulai pukul 02.00 sampai pukul 05.00).
• Pegawai Distribusi : mendistribusikan produk dari tempat produksi ke mitra pemasaran (kantin-kantin dan toko-            toko makanan di ITB).
• Mitra Pemasaran : memasarkan produk.

11. Nama dan Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : Dr. Sukmadjaja Asyarie
b. NIP : 130702337
c. Jabatan Fungsional : Dosen ITB
d. Jabatan Struktural : Ketua GKM (Gugus Kendali Mutu) Farmasi ITB
e. Fakultas : Sekolah Farmasi
f. Perguruan Tinggi : ITB
g. Bidang Keahlian :
h. Waktu untuk Kegiatan: 1 jam/minggu

12. Biaya Awal Usaha
Pada bulan pertama, setiap hari kerja perusahaan berencana memproduksi 15 porsi Legizhat daging ayam, 15 porsi Legizhat daging sapi. Jadi jika dalam sebulan ada empat minggu, dan tiap minggu terdapat lima hari kerja (Senin-Jum’at) maka ada 20 hari kerja perusahaan tiap bulan. Sehingga pada bulan pertama perusahaan memproduksi 300 porsi Legizhat daging ayam dan 300 porsi Legizhat daging.

Biaya bahan habis pakai per hari
Harga bahan-bahan untuk produksi 60 porsi Legizhat daging ayam dan 60 porsi Legizhat daging sapi
Nama Bahan Jumlah Harga Satuan (Rp) Harga Akumulasi (Rp)
Tepung terigu 3/4 kg Rp 8.000,- Rp 6.000,-
Telur ayam 3/4 kg Rp 16.000,- Rp 12.000,-
Minyak Canola 1/4 kg Rp 28.000,- Rp 7.000,-
Garam 1/2 bungkus Rp 1000,- Rp 500,-
Susu bubuk 0,06 kg (60 g) Rp 50.000,- Rp 3.000,-
Tomat 1/2 kg Rp 4.000,- Rp 2.000,-
Mentimun 1/2 kg Rp 4.000,- Rp 2.000,-
Kentang 1 kg Rp 5.000,- Rp 5.000,-
Beras merah 3/4 kg Rp 10.000,- Rp 7.500,-
Daging ayam 0,4 kg Rp 30.000,- Rp 12.000,-
Daging sapi 0,4 kg Rp 60.000,- Rp 24.000,-
Bumbu* 1 paket Rp 3.000,- Rp 3.000,-
Bungkus kemasan 30 kemasan Rp 300,- Rp 9.000,-
Jumlah harga Rp 93.000,-
*)daun salam, bawang merah, bawang putih, sereh, kunir, ketumbar, jahe, laos, dan kunir.
Biaya bahan habis pakai per bulan adalah biaya bahan habis pakai per hari dikali dua puluh yaitu sebesar Rp 1.860.000,-

Biaya Total Awal
Biaya bahan habis pakai Rp 1.860.000,-
9 unit box makanan @ Rp 100.000,- Rp 900.000,-
1 unit panci penanak nasi Rp 70.000,-
1 unit panci perebus Rp 60.000,-
2 unit wajan @ Rp 90.000,- Rp 180.000,-
1 unit kompor gas Rp 350.000,-
2 unit tabung gas kecil @ Rp 200.000,- Rp 400.000,-
1 unit tempat penyimpan nasi Rp 100.000,-
1 unit tempat penyimpan makanan Rp 80.000,-
1 paket perlengkapan memasak Rp 100.000,-
Biaya promosi Rp 450.000,-
Biaya administrasi bulan pertama Rp 150.000,-
Biaya Total Awal : Rp 4.700.000,-

2 comments Oktober 28, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment Oktober 28, 2008


Blogroll

”klik
”boycott

Blog Stats